kadang aq berpikir kisah ini sedikit lucu, tapi cukup menakjubkan
kau tau kenapa ???
karena dari lamanya waktu yg ada, yg telah kita lewati, kita baru dipersatukan sekarang
lalu dimanakah kita saat waktu itu
sedang apakah kita ??
pertama kali aq melihatmu saat aq masih semester awal kuliah, di sekre ukm sedaya, saat sedang rapat tiba" kau datang
sedikit mengacaukan rapat dan juga hatiku (uups)
kau yg dipanggil burhan dengan otomatis otak q merespon burung hantu
kau yg membuat q tergoda untuk melihatmu, dan itulah salah yg direncanakan
karna sebenarnya kau tipe cowok favorit ku
tapi apa daya, hanya itu kesempatan q ntuk melihatmu
walau kita di kampus yg sama, sekre yg sama, dan waktu yg sama
kita tak pernah dipertemukan kembali, miris,.. dan aq tak berharap lebih sebenarnya,..
3 tahun kemudian
itulah awal kau melihatku
saat makrab sedaya, yaa lagi" sedaya oh sedaya,..
kau berada d kelompok q
pertama kalinya kita berbincang lebih dari satu kata dan melihat lebih lama walau dalam gelap
akhirnya kau mulai sadar akan hadir ku, kau chat aq di facebook untuk pertama kalinya
yg membuat q berfikir "kita sudah berteman selama 3 thun d fb, n baru skrang kmu chat aq ?? haha lucu"
dan disitulah aq baru tau ternyata kamu adlah kakak kelas ku saat stm, whaat kemana saja kita saat itu ??
3 tahun bersama di STM dan 3 tahun bersama di kampus, dan kita baru diberi waktu berkenalan sekarang ?? saat kita sudah sama" akan lulus kuliah haha kemana saja kita 6 tahun yg lalu itu ?? hanya kita dan tuhan yg tau kisahnyaa
yah,.. tapi itulah awalnya lagi untuk kita mengenal, saling cerita biasa, pertanyaan biasa, n semua yg serba biasa
tentu tidak lebih karna aq sedang pacaran dengan cowok lain hahaha
tapi kamu tidak menyerah yaa, sampai saatnya aq putus dengan pacarku, dan kamu benar" datang dihidupku, setiap saat setiap saat setiap saat kamu selalu datang,..
5 bulan waktu yg kau habiskan untuk mendekati q dan 4 tahun lamax waktu yg q habiskan untuk menunggu keseriusan mu, tak adil ?? memang itulah nyatanyaa haha
senang dan sedih sakit bahagia putus nyambung pernah kita lewati, menyerah kadang, putus asa hampir selalu
tapi ini lah yg aq perjuangkan, perasaan ku
dan inilah akhirnya waktu untuk kita berdua
balasan untuk penantian q selama 4 tahun menunggumu
dengan sekali ijab mu, dan SAH,... ^^ alhamdulillah
hanya sebuah dunia khayalan..... tempat impian-impian terkumpul, memilahnya satu demi satu dan menjadikannya nyata.
Rabu, 04 November 2015
Inilah Waktu Kita,...
yah akhirnya setelah sekian lama inilah akhirnya waktu untuk kita
saat tak ada dia dia dan dia yg lainnya
saat kau yakin denganku
saat ku yakin dengan mu
saat kita yakin dengan diri kita
inilah waktu kita
waktu yg telah dipersiapkan
waktu yg saat itu aq pertanyakan dan ragukan
dan inilah waktu kita
untuk bersama
sabtu, 03 Oktober 2015
ai n owl
saat tak ada dia dia dan dia yg lainnya
saat kau yakin denganku
saat ku yakin dengan mu
saat kita yakin dengan diri kita
inilah waktu kita
waktu yg telah dipersiapkan
waktu yg saat itu aq pertanyakan dan ragukan
dan inilah waktu kita
untuk bersama
sabtu, 03 Oktober 2015
ai n owl
Jumat, 27 Maret 2015
Liburan Kantor Bagian Pertama, Tenggarong
Saat liburan kantor seminggu, langsung dech bikin rencana jalan" with mba iis :D tujuan pertama Tenggarong
Gerbang stadion aji imbut, klo mau nyebrang ka tenggarong dari samarinda bisa lewat sini.
Kapal penyebrangan motor, ini kapal penduduk yg berbayar, kalau mau gratis ada juga penyebrangan dengan kapal fery
Destinasi pertama Museum Tenggarong
Destinasi ke dua Pulau Parai Kumala
Kapal penyebrangan ke pulau kumala
Capek n lapar habis keliling" waktunya isi perut, sore" gini enakx duduk d timbau sambil makan :D
Sebelum pulang mampir dulu foto" d stadion ya kaan
liburan pertama selesai, next postingan untuk liburan selanjutnyaaa :D
Senin, 13 Januari 2014
You are the best !!
“Hai, zah lihat tuh cowokmu …..masa’ dia
dekat cewek lain kamu biarin aja” ucap salah seorang temanku, sambil menunjuk
seorang cowok keren dan beken yang dikelilingi oleh gadis-gadis cantik…
“yah, biarin aja…toh aku ga punya hak buat
ngelarang dia dekat sama siapa saja” ucapku cuek tapi tetap memperhatikan sosok
Gema…pacarku …
“kenapa kamu terima dia…? Rasanya aneh
deh…kamu kan cewek rohis, alim, baik lagi… kok mau sih sama cowok yang seperti
dia gitu, dah bandel, play boy, susah diatur, yah banyak lagi deh jeleknya”
ucap Reina
“kamu tuh…nanya apa jelek-jelekan orang
sih…?? tapi yah pokoknya aku punya alasan Sendiri kenapa aku terima dia, sudah
ah..!! Balik ke kelas yuk bentar lagi masuk” ucapku sambil menarik Reina pergi.
saat
pulang sekolah
Aku keluar kelas dan berjalan pulang
sendiri, kulihat Gema yang asyik bercanda di depan gerbang dengan beberapa
gadis dan temannya .
“duh…panggil gak ya… malu sih tapi…”
pikirku bingung sambil terus memperhatikan. “tapi aku kan pacarnya panggil aja deh…” akhirnya ku
beranikan diri untuk mendatangi Gema.
“Gema…” panggilku sopan dan tersenyum
manis
“eh…izah…dah mau pulang ya…”tanya Gema
ringan
“iya…mau pulang bareng ??” Tanyaku lagi
“aneh ya… masa cewek berjilbab seperti
kamu ngajak cowok pulang bareng…??” ucap salah seorang teman perempuan Gema.
“yah… tidak apa-apa donk, kita kan hanya pulang bareng…
yah, itu pun kalau Gema mau” ucapku sambil melihat kearah Gema.
“Iya…iya… aku pulang deh…” ucap Gema
sambil melangkah pergi, dan aku mengikutinya dari belakang.
Sepanjang jalan aku terus berjalan di
belakang Gema dan kami berdua tetap diam dalam kebisuan masing-masing hingga
tiba-tiba Gema memegang tanganku.
“Hei… apaan sich..?!” ucapku dengan nada
sedikit kesal dan menarik tanganku.
“kenapa..?? kita kan pacaran….” Tanya Gema sedikit kesal
“memangnya yang namanya pacaran harus
pegangan tangan ?? lagi pula mungkin kamu lupa kalau aku ini pacarmu” ucapku
ketus dan nada bicaraku mulai meninggi
“kenapa kamu ngomong gitu ?? aku ga pernah
lupa kok, kenapa kamu beranggapan kalau aku lupa kamu”
“ya…tentu saja, kamu selalu saja bahagia
sama cewek lain, tapi sama aku kamu diem saja, di sekolah juga kamu selalu cuekin
aku, padahal yang lain juga tau kamu itu pacarku, tapi kamu selalu saja dengan
cewek lain” akhirnya ku ungkapkan semua kekesalanku yg ku pendam, kesadaranku
mulai hilang, aku lepas kendali, dan aku hanya melihat Gema yang terdiam dengan
wajahnya yang memerah.
“maaf… kamu cemburu ya… habis….” Gema
menghentikan ucapannya. Dia mendekatiku dan memelukku…. Ah, entah apa yang
dipikirkan cowok playboy ini.
“hei…sudah lepaskan, ndak bisa nafas nich
aku…” ucap ku sambil mendorongnya dan melangkah pergi meninggalkannya.
X X X
Keesokan harinya, ah…tetap saja sama
dengan hari-hari sebelumnya, Gema tetap saja lebih dekat dengan cewek lain dan
teman-temannya, “menyebalkan..!!” gumamku. Aku mendatanginya dan mengajaknya
pergi dari teman-tamannya, terlihat tatapan sinis dan aneh yang kudapat dari
teman-teman lainnya… tapi, siapa peduli…
“hei, bukankah kamu yang bilang suka
padaku, tapi kenapa kamu selalu saja dengan gadis lain..??” tanyaku, setelah
kita sampai di taman yang cukup sepi “aku cemburu… aku capek begini terus..
bukannya aku ngelarang kamu dekat dengan temanmu, tapi kalau begini caranya aku
ga terima. Kalau kamu masih tetap begini lebih baik kita putus dari pada aku
harus tersiksa melihat kamu dengan yang lain” ku ucapkan… akhirnya kuucapkan
juga… tapi tak ada satupun kata yang diucapkan Gema untuk membalas ucapanku,
selalu begitu dan aku pun pergi meninggalkannya.
Pukul 19.00, hujan turun dengan derasnya,
seakan mewakili isi hati ku. Di tengah lamunanku tiba-tiba HP ku berdering,
sebuah pesan singkat datang dari Vino yang berisikan
“Hoi izah, kamu tau dimana Gema..?? aku di rumahnya ini, tapi
kata nyokapnya dia belum pulang dari tadi siang, kamu bantuin cari dia yah….
Please…”
Seakan petir menyerangku, kesadaranku hampir
kembali hilang tapi dengan segera kutepis semua, tanpa basa-basi ku ambil
jaket, mantel, dan payungku dan bergegas mencari Gema.
“aduh dimana yah itu anak, di telepon HP
nya mati lagi” ucapku masih terus mencari sosok Gema dalam derasnya hujan,
tiba-tiba aku teringat sesuatu “taman…ya, dia pasti di sana” ucapku sambil
berlari ke taman dan benar, kulihat Gema duduk sendiri di kursi taman yang
sepi, kulepas jaketku untuknya
“Gema, kamu ngapain di sini ??” tanya ku
pelan sambil memegang keningnya “kamu demam….”
Dengan segera ku telpon Vino untuk
menjemput kami di taman.
X X X
3 hari sejak saat itu, Gema tidak masuk
sekolah karena sakit, aku, Vino, dan beberapa teman yang lainnya pergi
menjenguknya. Sesampainya di rumah Gema, kami disambut oleh ibunya, yang dengan
lembut mempersilahkan kami masuk. Ibu yang baik itu terlihat lebih kurus dari
biasanya, raut wajahnya pun terlihat lelah.
“sudah seharian ini dia belum makan,
kemarin juga dia hanya sedikit makan, bahkan obat dari dokter pun tidak dia
sentuh sedikit pun” ucap ibu gema lirih saat mengantarkan kami menuju kamar
Gema.
Ku lihat tubuh kurus yang bersandar
ditembok yang kurasa dingin itu… aku duduk di sampingnya dan kugenggam erat
tangannya berharap agar dia tau keresahan yang sedang kurasakan, tak lama dia
menatapku dengan tatapan sendu penuh kesedihan dan untuk pertama kalinya ku
lihat Gema meneteskan air mata. Ku lihat teman-teman mulai keluar dari kamar
Gema dan tinggallah hanya aku dan Gema.
“Gema…ini aku izah… Azizah… Gema maafin
aku atas ucapanku yang keramrin… Gema.. aku…. Aku Cuma…” aku tak dapat
meneruskan kata-kataku, kerongkonganku terasa sakit dan tanpa sadar aku pun menangis,
ku rasakan tangan lembut Gema menyentuh pipiku.
“Sudahlah jangan menangis itu hanya akan
membuatku tambah sakit, seharusnya aku yang minta maaf padamu, karena aku
bertindak semauku tanpa bicara padamu, aku hanya ingin yang terbaik untukmu,
tapi tak ku sangka yang kulakukan itu malah membuatmu terluka” sejenak Gema
terdiam, di tengah heningnya kamar dia melanjutkan ucapannya “bukan maksudku
untuk mengacuhkanmu, aku tau gadis seperti apa kamu yang berjilbab dan menjaga
agama, dan aku menghormati itu, apalagi bila di tempat umum sebenarnya aku
malu, aku bingung harus bicara apa padamu karena kamu adalah gadis yang berbeda
dengan yang lainnya, sejujurnya aku sayang banget sama kamu, aku ga mau
kehilangan kamu” ucapan Gema benar-benar meluluhkan ku dan menyadarkan ku akan
pentingnya dirinya untuk hidupku.
X X X
Keesokan harinya Gema telah kembali
bersekolah. Pagi-pagi sekali dia sudah datang dan duduk di sampingku,
“wah, sudah sehat nich…??” ucapku sambil
tertawa kecil yang dibalasnya dengan senyuman.
“sebentar lagi kita lulus, terus kita
merid, bagaimana ??”
“he…?? Lulus saja belum dah mikir merid,
mending sekarang rajin-rajin dulu belajar biar lulus” ucapku sambil menutup
buku yang sedang kubaca “aku mau nanya, kenapa kamu suka aku, padahal banyak
orang bilang kalau kita nich sangat ga cocok lho…”
“ah, biar saja orang mau berkata apa, aku
hanya ingin kamu untuk ku, sudah kubilang kamu itu berbeda dengan cewek lain
yang pernah aku kenal, kamu itu…. Aduh susah diungkapkan dengan kata-kata” ucap
Gema yang diikuti dengan tawanya
“huh, dasar play boy”
“eh, aku ini bukan playboy, tapi hanya
sedang survey untuk mencari calon istri idaman, makanya sering ganti-ganti,
tapi sekarang aku ga perlu mencari lagi, kan sudah ku temukan calon istriku”
ucap Gema sambil mengusap lembut kepalaku.
“kamu ini ada-ada aja, sudah sana belajar biar cepat
pintar” ucapku sambil memberikan setumpuk buku catatan.
“iya, istri ku sayang…” bisik Gema yang
terdengar lembut di telingaku.
THE END
Penunggu Gedung Tua
Beberapa anak yang sedang berkumpul
dalam kelas sedang menikmati jam istirahat, Salah seorang anak mulai bercerita
tentang gedung tua yang berada di puncak bukit di belakang sekolah.
“Hei, hei, dengar katanya gedung yang
ada di belakang sekolah kita itu banyak hantunya lho…” ujarnya mulai bercerita.
“Ah, bohong…Mana ada hantu zaman
begini…. Dah transmigrasi mereka ke mars”
“ndak percaya lagi… Gimana kalau kita
buktikan …??” tantang Djoko, yang di balas dengan senyuman setuju “ok..!! jam 8
malam nanti kita kumpul di sekolah, yang lainnya juga wajib ikut…!!” paksa
Amir
Malam harinya hanya ada beberapa anak
yang ikut dalam pembuktian malam itu, Amir, Djoko, Siska, dan Ami, segala
perlengkapan pun dipersiapkan senter, baterai, termasuk pentungan yang
diam-diam diambil dari pos ronda, upss….
“Baiklah sekarang kita bagi kelompok…”
ucap Amir
“nanti aja kalau kita sudah masuk”
pinta Siska, salah seorang peserta yang datang malam itu.
Setelah berunding beberapa saat, meraka
memutuskan untuk masuk bersama. Sesampainya di depan gedung, pintu yang
tertutup rapat mulai memancarkan aura yang cukup membuat merinding bulu kucing
ups salah, bulu kuduk maksudnya. Siska mulai menggerakkan gagang pintu, mencoba
untuk membukanya,
“lho….lho…. terkunci ini pintunya…”
ucap Siska masih terus berusaha membuka, beberapa menit terlewati dan pintu
belum juga terbuka,
“sepertinya memang ndak bisa di buka,
lebih baik kita pulang saja” ajak Ami, yang sedari tadi hanya diam saja di
belakang. Hingga beberapa saat berlalu dan pintu tetap tidak terbuka, akhirnya
mereka memutuskan untuk menghentikannya, selangkah, dua langkah mereka
meninggalkan tempat itu, “cklek….krieeet…” tiba-tiba pintu terbuka dengan
sendirinya, seakan mengatakan “Silahkan masuk, hei manusia-manusia kecil” dan
akhirnya mereka berempat masuk ke dalam gedung dengan perlahan. Setelah mereka berada didalam gedung pastinya
pintu tertutup kembali dengan sendirinya.
“wah…wah
awal yang bagus nich” ucap Ami dengan senyum dinginnya.
Dengan perlahan mereka berjalan
menyusuri ruangan-ruangan yang ada.
“Kriet…kriet…kriet….”
Sebuah suara terdengar dari
balik ruangan dihadapan mereka, ruangan kecil yang pintunya sedikit terbuka,
terlihat seberkas cahaya bulan menerangi sudut-sudut ruangan itu. “ayo kita
lihat” ajak amir sambil terus mengendap-endap kearah ruangan itu. Pintu perlahan
dibuka dan “KYAAAAAAAA……..!!!!!” teriak mereka serentak dan begegas berlari
menjauhi ruangan itu. “ haah…haah… apaan tadi itu yah, kaget banget..”
ucap djoko sambil berusaha mengontrol nafasnya yang terengah-engah. Belum
sempat hilang lelahnya merka dikejutkan kembali dengan sesosok bayangan putih
yang melesat di depan mereka, “KYAAAAAA……..!!!!!!” untuk kedua kalinya mereka berteriak dan
berlari lagi. Setelah merasa aman akhirnya mereka istirahat sejenak “Ami..”
panggil Amir “ya, ada apa lagi..??” tanya Ami yang dah Siap” teriak dan lari
untuk yang ketiga kalinya, “Djoko sama Siska mana..??” tanya Amir “he…??”
dipandanginya sekeliling tempat itu tapi memang tak ada sosok yang dicari
“waduh….jangan-jangn kesasar…” ucap ami menjelaskan “mati kita…ayo cepat dah
kita cari…” ajak amir sambil meninggalkan tempat itu.
Lorong-lorong panjang dan gelap serta pintu-pintu yang berjejer, ntah
apa yang ada dibaliknya.
ting…ting…ting…”
suara merdu dari permainan piano terdengar dari balik ruangan disudut koridor.
“suara piano…ayo kita lihat…” ajak Amir menarik tangan Ami
“jangan ntar muncul hantunya
lagi..” cegah Ami yang mulai cemas “iya, kalau itu hantu kalau lain
bagaimana..??” paksa Amir sambil terus berjalan mendekati ruangan itu, “mank
selain hantu disini ada apa lagi hah….” Gerutu Ami, masih tetap mengikuti Amir.
Setelah
sampai, di bukalah pintu ruangan itu, terlihat sesosok wanita dengan gaun hitam
pekatnya duduk memainkan piano itu, wanita tanpa kepala…..!!!!!
Amir dan Ami hanya terdiam berusaha agar tak
bersuara, berharap agar tak mengganggunya yang asyik bermain. “klotak..klotak..” suara
mencurigakan mucul dari arah bawah mereka. Dengan was-was dan berharap segala
kebaikan,mereka melihat kebawah… sebentuk kepala dengan rambut panjang yang
berserakan sedang menatap mereka, terlihat senyum manisnya di lanjutkan dengan
tawanya yang terkekeh-kekeh cukup membuat Amir dan Ami tergoda, tapi itu hanya
sesaat sebelum Amir melepaskan tendangan mautnya, maklum atlit bola gitu loh,..
“TTIIIIIDDDAAAKKKK” teriak
mereka berbarengan lalu dengan segera melancarkan jurus kaki seribunya yang
baru saja mereka pelajari. Mereka segera berlari ke pintu depan dan “BRUK..!!” mereka
menabrak Djoko dan siska “akhirnya ketemu…” ucap siska senang sambil memeluk
Ami.
Tak
terasa hari telah pagi, saat kokok ayam mulai terdengar pintu pun terbuka
kembali dengan sendirinya, mereka berempat segera melesat keluar dari gedung
dan berjanji untuk tidak kembali kegedung tua itu lagi.
Sedangkan
gedung tua itu tetap pada kehidupan malamnya, dengan senyum mereka selalu
menunggu para peserta yang ingin menguji nyali mereka kembali.
Khi…..khi…..khi…..
# The End #
Pemuja Rahasia
Ku pandangi sosoknya yang mulai
melangkah pergi. Tubuh mungil dan rambut coklatnya terlihat bersinar bagai
malaikat. Betapa ingin ku peluk tubuh mungil itu, betapa indah dia diciptakan
dan betapa ku inginkan keindahan itu
“Hei Erick ngapain loe ?? ngelamun
terus” terdengar suara cempreng yg membuyarkan lamunan q
“Ah,..
kamu ini mengganggu kesenangan orang aja” gerutu ku kaget karena kedatangan
Doy, aku menyeruput minuman dingin diatas meja dengan kesal.
“kesenangan ?? melirik pacar orang loe
bilang kesenangan,??? Hahahaha sadarlah sobat, cepat-cepat lah kau bertobat
mumpung belum terlambat” cerocos Doy.
“tobat tobat, tobat gundulmu ntu suruh
tobat” ucap ku sambil meninggalkan meja diikuti Doy yang berlari kecil
dibelakang.
“hei sobat, lihatlah baik-baik dia itu
sudah punya pacar tak seharusnya kau suka dia, lebih baik kau hapuskan aja
rasamu itu” ucap Doy sambil merangkul pundak ku.
“kau ini teman ku bukan sich,..??
bukannya dibantu malah disuruh menyerah” ucap ku kesal dan melepaskan rangkulan
Doy dari pundak ku.
“Hei, bukannya aku ga mau bantu, tapi
lihat-lihat keadaan dulu dong,.. dia siapa kamu siapa,..” cerocos doy yg masih
mengikuti ku
“Berisik ah aku mau pulang” ucap q
meninggalkannya
Sepanjang perjalanan pikiran ku hanya
tertuju pada sosok yang indah itu, sosok gadis yang tak asing untuk ku, namanya
Ayun sejak pertama ku lihat di taman itu aku langsung terpesona, tak ku kira
ternyata dia satu sekolah dengan ku. pikiran ku masih terus melayang
tentangnya, tanpa sadar ku menabrak sesuatu,.”BRUK..!!”
“ah,
maaf” ucap ku sambil tertunduk, ku bersihkan beberapa debu yang menempel pada
seragam ku dan berusaha berdiri
“Tak
apa aku juga minta maaf” sebuah suara yang sepertinya ku kenal,
“Ayun,??”
ucap ku lirih
“ha??
Apa?? Apa kau mengatakan sesuatu??” tanyanya lembut
“ah,
tidak, tak apa-apa”
“oh,
permisi ya,..” ucap Ayun melangkah pergi meninggalkan ku yg masih terpaku
memandangnya.
*
* *
Waktu
menunjukkan pukul 15.00 Wita, taman yang tadi sepi perlahan mulai ramai oleh
orang-orang yang berjogging maupun yang hanya berjalan-jalan menghabiskan waktu
sorenya. Dengan sebuah Mp3 player dan headset ku duduk di bangku taman yang
agak jauh dari keramaian, itulah kegiatan ku sehari-hari menikmati sore sambil
mendengarkan musik. Perlahan lamunan ku tersadar karena sebuah suara menyelinap
masuk di telinga ku ,
“permisi
boleh aku duduk di sini??” tanyanya lembut, senyumnya yang manis mengikuti
gerak bibirnya
“ah
iya silahkan” ucap ku sambil sedikit bergeser.
“Sepertinya
kita pernah ketemu ya??” tanyanya tiba-tiba
“apa
kau sering di sini??” lanjutnya lagi
“yah,
setiap sore aku biasa kemari, menghabiskan waktu sore” jawab ku singkat ,
“oh,
pantes rasanya aku tak asing denganmu” ucapnya sambil tertawa kecil, tawa yang
begitu manis dan menggoda ,
“kita
kemarin juga ketemu kok” ucap ku tiba-tiba
“ho
ya?? Kapan?? Dimana??” tanya nya penasaran terlihat alisnya yg mulai menyatu ketengah perlahan
“di
sekolah, tak sengaja aku menabrakmu,..”
“Oh,..
oh itu kamu toh,.. o iya ingat ingat,.. hahaha”
Ku
lihat lagi wajahnya lekat-lekat, tak pernah ku bayangkan aku dapat menikmati keindahannya
dari jarak sedekat ini.
“Ayun
kan,..” tanya ku basa basi
“iya,
kok tau??” tanyanya dengan wajah yang sedikit manampakkan kebingungan, dengan
sedikit senyum ku jawab
“aku baca di seragam kemarin” jawab ku
singkat yg sebenarnya sudah lama q tau nama nya bahkan sangat hapal namanya
“oh,..
hahahha”.
Ah
lagi-lagi dia tertawa. Sore itu terasa berbeda dengan sore sebelummya, matahari
saat itu terasa semakin terang bersinar seakan juga menikmati kebahagiaan ku.
Ku
habiskan waktu sore ku ini dengan berbincang dan bercanda dengan Ayun, sungguh
sore yang indah.
Tak
sadar seorang cowok mendatanginya dan memeluk pundaknya ,
“ah
sayang kau sudah datang” ucap Ayun senang. Yah aku tau siapa cowok itu, dia
adalah pacar Ayun, serasa matahari lenyap seketika melihat Ayun tersenyum manis
padanya
“tidak!!
Jangan!! Jangan tersenyum padanya, tetaplah kau tersenyum pada ku” batin ku pun
mengadu kesal tapi apa daya raga ku tetap tak berkutik melihatnya.
“Aku
pulang duluan ya” pamitnya sambil berdiri dan melangkah pergi, dengan mesra dia
menggandeng tangannya dan meninggalkan ku sendiri.
Tanpa
ku sadari aku pun bangkit dari bangku ku dan mengerjarnya dengan berani ku
panggil namanya namun apa daya sebelum itu ku lakukan sebuah bola basket
terbang kewajah ku, dengan sekejap ku jatuh dan hampir tak sadarkan diri.
Ditengah sisa-sisa kesadaran ku aku masih dapat melihat Ayun yang mendatangi ku.
“Erick,
Erick, bangun kau tak apa Erick” sebuah suara yang ku pastikan itu suara dari
Ayun perlahan menyadarkan ku.
“kau
tak apa sayang?? Apa kau mimpi buruk??” tanyanya bingung,
“mimpi??
Aku?? Mimpi apa??” tanya ku bingung pula
“sayang,
kamu tadi ketiduran, lalu kau mengigau dan berkeringat, apa sayang baik-baik
aja??” tanyanya panik
“Ah,
iya aku tak apa, aku hanya mimpi buruk,” ucap ku sambil membelai rambut
coklatnya.
“Benar
tak apa??”
“Iya,”
ucap ku yakin, sambil tersenyum ku peluk tubuh mungilnya.
“ah,
ternyata hanya mimpi, untung hanya mimpi” ucap ku lega dan Ayun hanya melihat ku
dengan tampang bingungnya
“kenapa
sayang??” tanya ku balik pada Ayun
“ah
tidak, tidak apa-apa” jawabnya masih kebingungan
“baiklah,
ayo kita pulang sayang, sudah hampir magrib nich” ucap ku sambil berdiri dan
menggandeng tangan Ayun, dengan senyum yang mengembang aku bersyukur ternyata
tadi hanya sebuah mimpi karena sekarang Ayun ada di samping ku dan hanya
tersenyum manis untuk ku.
*
* *
Jumat, 27 Desember 2013
satu titik pada ruang hampa
satu
titik
di ruang
hampa
satu titik abstrak di ruang hampa
satu titik kehampaan
satu titik tak berarti
satu titik bisa jadi segalanya
satu titik bait kesedihan
kesepian
gembira ??
satu titik di ruang tanpa penghuni
tanpa isi n tanpa inti
satu titik di ruang hampa
sepi
titik
titik
di ruang
hampa
satu titik abstrak di ruang hampa
satu titik kehampaan
satu titik tak berarti
satu titik bisa jadi segalanya
satu titik bait kesedihan
kesepian
gembira ??
satu titik di ruang tanpa penghuni
tanpa isi n tanpa inti
satu titik di ruang hampa
sepi
titik
Rabu, 23 Oktober 2013
ini belum waktu kita,..
saat semua telah bersama pasangannya dan berbahagia
saat semua sudah tak lagi sendiri
mungkin memang belum waktu kita ntuk bersama seperti itu
mungkin kita harus lebih bersabar
mempersiapkan diri menjadi lebih baik
mungkin kita yg sekarang masih egois
masih menyalahkan yg lain
masih belum bisa mengontrol diri n keadaan
masih belum pantas ntuk bersama
masih harus berjuang ntuk hidup masing"
masih harus terus berusaha jadi lebih baik
ntuk diri sendiri n orangyg disayang
bersabarlah karna waktu untuk kita pasti ada
karna tuhan telah menyiapkan waktu yg pas ntuk kita
waktu yg sama saat kita pertama bertemu
waktu yg pas saat kita telah benar" siap untuk bersama
saat semua sudah tak lagi sendiri
mungkin memang belum waktu kita ntuk bersama seperti itu
mungkin kita harus lebih bersabar
mempersiapkan diri menjadi lebih baik
mungkin kita yg sekarang masih egois
masih menyalahkan yg lain
masih belum bisa mengontrol diri n keadaan
masih belum pantas ntuk bersama
masih harus berjuang ntuk hidup masing"
masih harus terus berusaha jadi lebih baik
ntuk diri sendiri n orangyg disayang
bersabarlah karna waktu untuk kita pasti ada
karna tuhan telah menyiapkan waktu yg pas ntuk kita
waktu yg sama saat kita pertama bertemu
waktu yg pas saat kita telah benar" siap untuk bersama
Selasa, 22 Oktober 2013
tak cukup kah ??
tak cukup kah rasa sakit yg q rasakan ini
untuk membalas rasa sakit mu kepadanya
tak cukup kah yg kau lakukan pada q
ada lah dendam mu pada nya
kalau ini masih kurang
aq masih mampu menerima nya
walau ntah sampai kapan
atau sampai kau benar" mengerti
bahwa aq bukanlah dia yg ingin kau balaskan dendam
n bahwa aq juga bukanlah kamu yg dulu
n bahwa kamu bukanlah dia
n bahwa aq adalah aq,...
untuk membalas rasa sakit mu kepadanya
tak cukup kah yg kau lakukan pada q
ada lah dendam mu pada nya
kalau ini masih kurang
aq masih mampu menerima nya
walau ntah sampai kapan
atau sampai kau benar" mengerti
bahwa aq bukanlah dia yg ingin kau balaskan dendam
n bahwa aq juga bukanlah kamu yg dulu
n bahwa kamu bukanlah dia
n bahwa aq adalah aq,...
Rabu, 14 Agustus 2013
kisah waktu untuk kita
Ia telah menyiapkan waktu untuk kita bertemu, kenapa tidak ?
tanpa di sadari ternyata kita 3 thun d sekolah yg sama,
sama" d kampus yg sama, kegiatan yg sama, waktu yg sama, n tempat yg sama
tapi kenapa kita ga pernah d pertemukan saat itu ??
kita ga saling kenal, ga saling mencari, kita hanya merasa seperti pernah ketemu
yah hanya seperti itu, itu lah awal kisahnya
tapi di malam itu siapa yg sangka
kita bertemu dan kenal
siapa yg sangka akan seperti ini ceritanya
mungkin ini memang waktu untuk kita
bukan untuk mu dan dia
bukan untuk q dan dia
tapi untuk kita
mungkin waktu dulu aq memang sendiri tapi tidak dengan mu
mungkin dulu kau memang sendiri, tapi aq tak peduli
mungkin saat itu kita sudah benar" sendiri
maka itulah waktu yg disiapkan untuk kita
untuk kita bertemu dan memulai kisah yg baru
waktu untuk kisah kita,...
tanpa di sadari ternyata kita 3 thun d sekolah yg sama,
sama" d kampus yg sama, kegiatan yg sama, waktu yg sama, n tempat yg sama
tapi kenapa kita ga pernah d pertemukan saat itu ??
kita ga saling kenal, ga saling mencari, kita hanya merasa seperti pernah ketemu
yah hanya seperti itu, itu lah awal kisahnya
tapi di malam itu siapa yg sangka
kita bertemu dan kenal
siapa yg sangka akan seperti ini ceritanya
mungkin ini memang waktu untuk kita
bukan untuk mu dan dia
bukan untuk q dan dia
tapi untuk kita
mungkin waktu dulu aq memang sendiri tapi tidak dengan mu
mungkin dulu kau memang sendiri, tapi aq tak peduli
mungkin saat itu kita sudah benar" sendiri
maka itulah waktu yg disiapkan untuk kita
untuk kita bertemu dan memulai kisah yg baru
waktu untuk kisah kita,...
Selasa, 13 Agustus 2013
Kepada kau,..
kepada kau yg berdiri di depan q
tak puas q sesaat melihat mu
kepada kau yg tersenyum di depan q
tak puas q melihat manis nya senyummu
kepada kau yg melihat q
tak kuasa q tahan perasaan ini untuk mu
kepada kau yg menghuni hati q
sudah q beri semua ntuk mu
kepada kau,...
"BurhanAlwi"
tak puas q sesaat melihat mu
kepada kau yg tersenyum di depan q
tak puas q melihat manis nya senyummu
kepada kau yg melihat q
tak kuasa q tahan perasaan ini untuk mu
kepada kau yg menghuni hati q
sudah q beri semua ntuk mu
kepada kau,...
"BurhanAlwi"
Minggu, 04 Agustus 2013
Cukup 23
Terima kasih atas yg 23,
bolehkah aq berharap hilangkan sisanya ??
doa q tahun ini
selamat kembali kelam untuk yg ke dua kalinya
apa tahun ini masih kelam ??
aku berharap sich tidak lagi
tapi nyata sepertinya berbeda
jangan menangis lagi kelam
itu tak perlu kau tangisi
jangan buang air matamu kelam
ntuk hal yg menyedihkan,
kelam,..??
bolehkah aq berharap hilangkan sisanya ??
doa q tahun ini
selamat kembali kelam untuk yg ke dua kalinya
apa tahun ini masih kelam ??
aku berharap sich tidak lagi
tapi nyata sepertinya berbeda
jangan menangis lagi kelam
itu tak perlu kau tangisi
jangan buang air matamu kelam
ntuk hal yg menyedihkan,
kelam,..??
Senin, 17 Juni 2013
aku, kamu, atau kita
Aku yang terlalu bodoh untuk mu
Atau kau yang terlalu pintar untuk ku
Aku yang tak bisa apa-apa
Atau kau yang bisa segalanya
Aku yang tak berharga
Atau kau lah raja nya
Aku yang terlalu banyak bicara
Atau kau yang terlalu pendiam
Aku yang seperti anak kecil
Atau kau yang beranjak dewasa
Aku atau kau,…
Aku tak tau
Mungkin kau lebih tau
Jangan Tanya aku
Aku tak tau apapun
Aku
Kamu
Atau
Kita
Minggu, 26 Mei 2013
Tuhan, tolong cintaku,...
Tuhan, bolehkah aku meminta tolong ??
tolong katakan padanya tentang perasaan q
semuanya, semua yg q rasakan tentangmya
bahwa aku sayang dia
walau kadang aq juga benci dia
tapi aku cinta dia
Tuhan,
tolong bantu aku mengerti dia
bantu aku buat dia mengerti
buat kita saling mengerti
Tuhan,
kau tau rasa ini
lebih mengerti dari pada diri sendiri
apa yg ga bisa q katakan
apa yg ga bisa q ungkapkan
kau lebih tau segalanya
Tuhan,
kau tau aq menginginkannya lebih dari ini
tapi aq tak tau apa kau mengijinkan q bersamanya
aq hanya bisa berharap
agar kau bolehkan aq bersamanya
agar kau berikan jalan untuk kita berdua bersama
hanya selamanya,...
tolong katakan padanya tentang perasaan q
semuanya, semua yg q rasakan tentangmya
bahwa aku sayang dia
walau kadang aq juga benci dia
tapi aku cinta dia
Tuhan,
tolong bantu aku mengerti dia
bantu aku buat dia mengerti
buat kita saling mengerti
Tuhan,
kau tau rasa ini
lebih mengerti dari pada diri sendiri
apa yg ga bisa q katakan
apa yg ga bisa q ungkapkan
kau lebih tau segalanya
Tuhan,
kau tau aq menginginkannya lebih dari ini
tapi aq tak tau apa kau mengijinkan q bersamanya
aq hanya bisa berharap
agar kau bolehkan aq bersamanya
agar kau berikan jalan untuk kita berdua bersama
hanya selamanya,...
Langganan:
Postingan (Atom)



